Nderek Kanjeng Nabi

Sholat Maghrib Dulu atau Makan Dulu? Ini Penjelasan Hadits Nabi SAW

Menjelang waktu Maghrib, terutama saat bulan Ramadhan, satu pertanyaan sering muncul di tengah umat Islam: lebih utama sholat Maghrib dulu atau makan dulu saat berbuka? Sebagian orang memilih segera sholat karena khawatir menunda kewajiban, sementara yang lain mendahulukan makan agar tubuh lebih tenang. Islam, sebagai agama yang penuh rahmat, telah memberikan jawabannya secara jelas melalui hadits Nabi Muhammad ﷺ.

Hadits Nabi SAW tentang Waktu Makan dan Sholat

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila makan malam telah disajikan sementara waktu sholat telah tiba, maka mulailah dengan makan sebelum melaksanakan sholat Maghrib dan jangan tergesa-gesa meninggalkan makanan tersebut.”
(HR. Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengatur kewajiban ibadah, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik dan psikologis seseorang ketika beribadah.

Hikmah Mendahulukan Makan Sebelum Sholat

Ketika seseorang sangat lapar, pikirannya cenderung sulit fokus. Jika langsung melaksanakan sholat dalam kondisi tersebut, kekhusyukan bisa terganggu karena perhatian masih tertuju pada makanan. Oleh sebab itu, mendahulukan makan bertujuan agar sholat dilakukan dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih hadir.

Hal ini menegaskan bahwa kualitas ibadah dalam Islam sangat diperhatikan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Menyegerakan Berbuka sebagai Bentuk Kebaikan

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Muttafaq ‘alaih)

Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya. Berbuka tepat waktu juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Apakah Ini Berlaku di Luar Ramadhan?

Prinsip dalam hadits ini tidak terbatas pada bulan Ramadhan saja. Selama makanan telah tersaji dan kondisi lapar dapat mengganggu kekhusyukan sholat, maka mendahulukan makan tetap diperbolehkan. Namun, jika makanan belum siap atau lapar tidak mengganggu, maka sholat di awal waktu tetap menjadi pilihan utama.

Dengan demikian, Islam mengajarkan fleksibilitas yang tetap berada dalam koridor adab dan tuntunan syariat.

Islam adalah agama yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani. Dalam kondisi makanan sudah tersaji dan rasa lapar dapat mengganggu konsentrasi, mendahulukan makan sebelum sholat Maghrib adalah sunnah yang dianjurkan agar ibadah dilakukan dengan khusyuk. Dari perkara yang terlihat sederhana ini, Islam mengajarkan ketenangan, kemudahan, dan kasih sayang dalam beribadah.

Semoga pemahaman ini membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these