Keutamaan dan Pahala Orang yang Menuntut Ilmu Menurut Islam
Dalam Islam, menuntut ilmu adalah ibadah mulia yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT. Tidak hanya mendatangkan manfaat di dunia, ilmu juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat. Karena itu, Islam sangat memuliakan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu yang membawa manfaat bagi umat.
Melalui artikel ini, NKN Foundation mengajak kita memahami besarnya pahala orang yang menuntut ilmu serta keutamaannya dalam kehidupan seorang Muslim.
Menuntut Ilmu Adalah Kewajiban
Rasulullah ﷺ bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.”(HR. Ibnu Majah). Hadis ini menunjukkan bahwa belajar bukan hanya pilihan, tetapi kewajiban bagi setiap Muslim. Dengan ilmu, seseorang dapat memahami akidah, ibadah, akhlak, hingga cara menjalani kehidupan sesuai syariat Allah SWT.
- Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Salah satu pahala terbesar bagi penuntut ilmu adalah dimudahkan jalannya menuju surga. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi besar bagi setiap Muslim untuk terus belajar. Langkah kaki menuju majelis ilmu, membaca buku, mendengarkan kajian, hingga mengajarkan ilmu kepada orang lain semuanya bernilai ibadah.
- Diangkat Derajatnya oleh Allah SWT
Orang yang berilmu memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Allah SWT berfirman: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ilmu membuat seseorang lebih bijaksana, lebih dekat kepada Allah, dan mampu memberi manfaat kepada banyak orang. Karena itu, para ulama disebut sebagai pewaris para nabi.
- Didoakan Malaikat dan Seluruh Makhluk
Keutamaan menuntut ilmu juga terlihat dari doa para malaikat dan makhluk Allah kepada penuntut ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.”(HR. Abu Dawud)
Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ikan di laut pun memohonkan ampun bagi orang yang menuntut ilmu.
- Ilmu Menjadi Amal Jariyah yang Tidak Terputus
Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala meskipun seseorang telah meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika manusia meninggal dunia maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
Inilah sebabnya para ulama begitu semangat menulis buku, mengajar, dan berdakwah. Mereka ingin ilmu yang diajarkan terus menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.
- Orang Berilmu Lebih Takut kepada Allah
Ilmu yang benar akan melahirkan ketakwaan. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”(QS. Fatir: 28)
Semakin seseorang memahami agama, semakin ia sadar akan kebesaran Allah SWT dan semakin berhati-hati dalam menjalani hidup.
Adab dalam Menuntut Ilmu
Agar ilmu menjadi berkah dan mendatangkan pahala, seorang penuntut ilmu juga perlu menjaga adab, di antaranya:
- Ikhlas karena Allah SWT
- Menghormati guru
- Mengamalkan ilmu
- Tidak sombong
- Bersabar dalam belajar
- Menyebarkan ilmu yang bermanfaat
Ilmu tanpa adab dapat membuat seseorang jauh dari keberkahan.
Menuntut Ilmu Adalah Investasi Dunia dan Akhirat
Di tengah kesibukan dunia, jangan sampai kita meninggalkan majelis ilmu. Karena ilmu adalah cahaya yang membimbing kehidupan dan menjadi bekal menuju akhirat.
Setiap waktu yang digunakan untuk belajar agama, membaca Al-Qur’an, menghadiri kajian, atau mendukung dakwah dan pendidikan Islam adalah bagian dari amal saleh yang sangat dicintai Allah SWT.