Nderek Kanjeng Nabi

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya Sebelum Iduladha

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini menjadi bagian dari keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang sangat dimuliakan.

Hukum Puasa Tarwiyah dan Arafah

  1. Hukum Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah hukumnya sunnah. Meskipun tidak sekuat dalil puasa Arafah, para ulama menganjurkannya sebagai bentuk memperbanyak amal di hari-hari mulia.

  1. Hukum Puasa Arafah

Puasa Arafah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, justru tidak dianjurkan berpuasa, agar tetap kuat dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

  1. Menghapus Dosa

Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa, sebagaimana dalam hadis: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”(HR. Muslim)

  1. Amalan yang Dicintai Allah

Hari-hari awal Dzulhijjah adalah waktu di mana amal saleh sangat dicintai oleh Allah SWT.

  1. Mendapat Pahala Berlipat

Setiap amal yang dilakukan di 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa, memiliki pahala yang berlipat ganda.

  1. Meneladani Ibadah Jamaah Haji

Puasa ini menjadi bentuk partisipasi spiritual bagi umat Islam yang tidak berada di Makkah, namun tetap ingin meraih keberkahan yang sama.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Secara umum, tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya.

  1. Niat

Niat dilakukan dalam hati, boleh di malam hari atau sebelum waktu zawal (tergelincir matahari). Contoh niat:

  • Niat puasa Tarwiyah

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘ala.

  • Niat puasa Arafah

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”

  1. Menahan Diri

Menahan diri dari makan dan minum, hal-hal yang membatalkan puasa, dan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

  1. Memperbanyak Ibadah

Isi hari dengan dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan sedekah

  1. Berbuka Puasa

Dianjurkan untuk segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba.

Amalan yang Dianjurkan Selain Puasa

Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan untuk:

  1. Memperbanyak takbir
  2. Bersedekah
  3. Berdzikir dan beristighfar
  4. Menunaikan ibadah qurban

Maksimalkan Momentum Dzulhijjah Bersama NKN Foundation

Momentum menjelang Iduladha adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal.

Melalui NKN Foundation, Sahabat Dermawan dapat:

✅ Menunaikan qurban sesuai syariat

✅ Berbagi kepada masyarakat dhuafa

✅ Menjangkau wilayah pelosok dan rawan pangan

Sehingga ibadah tidak hanya bernilai personal, tetapi juga berdampak luas bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these